Jumat, 24 Februari 2012

paragraf persuasi

PARAGRAF Paragraf Paragraf/alinea merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan kalimat-kalimat penjelas. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria yaitu memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas antarkalimat saling berkaitan/berkoherensi sehingga merupakan satu kesatuan. Kalimat yang memuat ide pokok/pikiran utama disebut kalimat utama. Kalimat yang mengandung pikiran penjelas disebut kalimat penjelas. Paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Menyusun Kalimat Menjadi Paragraf yang Padu Paragraf merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria berikut. 1. Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas. 2. Antarkalimat saling bertautan (berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan. Koherensi perlu penataan urutan kalimat yang sistematis. Tanpa urutan yang baik, koherensi tidak akan kita peroleh. Penanda koherensi antara lain pengulangan kata/frasa kunci, kata ganti, konjungsi antarkalimat, dan situasi. Konjungsi antarparagraf pada dasarnya sama dengan konjungsi antar­kalimat. JENIS-JENIS PARAGRAF 1. Paragraf narasi adalah jenis karangan yang ber­tujuan menceritakan suatu pokok persoalan. Ciri narasi yaitu ada pelaku, alur, latar, dan jalan cerita runtut. 2. Paragraf deskripsi/lukisan adalah jenis karangan yang bersifat informatif. Tulisannya berdasarkan hasil pengamatan. Pembaca diajak menikmati segala sesuatu yang telah dinikmati penulis. 3. Paragraf eksposisi adalah jenis karangan yang bertujuan menerangkan suatu pokok masalah/ pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca. 4. Paragraf argumentasi adalah jenis karangan yang berisi ide/gagasan yang dilengkapi bukti­-bukti kesaksian yang dijalin menurut proses penalaran yang kritis dan logis. Tujuan argumentasi memengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk menyatakan persetujuannya. 5. Paragraf persuasi adalah karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu, bersifat ringkas. menarik. dan mempengaruhi pembaca sehingga pembaca tergugah atau tergerak oleh isi yang tersirat. Penulisan Simpulan Paragraf Induktif dan Deduktif Simpulan paragraf deduktif ditarik dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus. Simpulan terletak di awal paragraf. Simpulan paragraf induktif ditarik dari pernyataan yang bersifat khusus ke pernyataan yang bersifat umum. Simpulan terletak di akhir paragraf. Masalah, Ide Pokok/Gagasan Pokok, Kalimat Utama, Fakta, Opini, dan Simpulan Bacaan Masalah merupakan hal atau sesuatu yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya. Ide pokok /pikiran utama/gagasan utama adalah gagasan yang menjiwai paragraf. Cara menentukan gagasan utama dalam paragraf adalah: merupakan pernyataan yang paling umum, paling penting atau penyataan yang merupakan kesimpulan, dan terdapat bagian-bagian yang diulang pada kalimat-kalimat yang lain. Fakta merupakan sesuatu atau hal yang benar-benar terjadi. Semua orang akan mengata­kan pernyataan yang sama terhadap sebuah fakta. Lawan dari fakta adalah pendapat (opini). Pendapat (opini) merupakan gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap suatu peristiwa, hal, atau masalah. Pendapat seseorang terhadap suatu masalah, hal, atau peristiwa dapat berbeda dari pendapat orang lain. Simpulan adalah sesuatu yang disimpulkan atau pendapat terakhir berdasarkan uraian sebelumnya. Simpulan bisa diketahui berdasarkan letak gagasan pokok. Rangkuman merupakan penyajian bacaan dalam bentuk singkat dengan memperhatikan urutan isi dan sudut pandang pengarang bacaan asli. Apa yang diungkapkan dalam laporan harus sama dengan apa yang diungkapkan dalam bacaan. Pertanyaan tentang Isi Teks Sebuah teks dapat berbentuk bacaan, tabel, grafik, diagram, atau peta. Sebuah teks meng­ungkapkan suatu hal atau masalah. Hal atau masalah yang terdapat dalam teks dapat dibuat sebuah pertanyaan. Jawaban pertanyaan tersebut terdapat dalam teks. Pertanyaan tersebut dapat menggunakan kalimat tanya sebagai berikut. 1. Apa untuk menanyakan hal, masalah, peristiwa, atau kejadian yang dibahas dalam teks. 2. Di mana untuk menanyakan tempat peristiwa yang dibahas dalam teks. 3. Kapan untuk menanyakan waktu peristiwa yang dibahas dalam teks. 4. Mengapa untuk menanyakan sebab atau alasan hal, masalah, peristiwa, atau kejadian dalam teks terjadi. 5. Bagaimana untuk menanyakan proses terjadi­nya hal, masalah, peristiwa, atau kejadian dalam teks terjadi Pola Pengembangan Paragraf Deduktif dan Induktif Silogisme merupakan bentuk cara berpikir atau menarik kesimpulan yang terdiri atas premis (pernyataan) umum, premis khusus, dan kesimpulan. Premis umum merupakan pernyataan yang bersifat umum. Premis khusus merupakan pernyataan yang bersifat khusus. Kesimpulan merupakan kesimpulan dari premis umum dan khusus. Rumus silogisme sebagai berikut. Rumus silogisme PU : semua A = B PK : C=A K :C=B 1. Premis umum merupakan pernyataan atau syarat dari sesuatu. Anggota dari premis umum adalah semua hal, sesuatu, atau orang yang memenuhi syarat tertentu. Premis khusus merupakan bagian dari premis umum. 2. Kesimpulan merupakan premis khusus yang harus memiliki syarat atau sesuai dengan pernyataan dalam premis umum. 3. Silogisme merupakan salah satu pola pengembangan paragraf deduktif. Pola pengembangan yang lain adalah entimem dan sebab akibat. Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Rumusnya sebagai berikut. Entimem: C = B karena C = A. Contoh: Silogisme Premis Umum (PU) : Siswa SMA harus memakai baju seragam putih abu­-abu. Premis Khusus (PK) : Ismail siswa SMA. Kesimpulan (K) : Jadi, Ismail harus memakaibaju seragam putih abu‑abu. Entimem Ismail harus memakai baju seragam putih abu-abu karena ia siswa SMA. Menarik Kesimpulan Dalam menyusun pendapat untuk menarik kesimpulan yang benar, kita harus menggunakan pola berpikir/penalaran yang benar pula. Pola penalaran dibagi menjadi dua, yaitu deduktif dan induktif. 1. Penalaran deduktif yaitu; dimulai dengan mengemukakan pernyataan yang umum (premis umum/mayor) diikuti pernyataan khusus (premis khusus/minor) menarik kesimpulan terhadap hal yang khusus. Penalaran demikian disebut juga silogisme. 2. Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa khusus menuju kepada kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus tersebut. Macam-macam penalaran induktif: • Generalisasi: perumusan kesimpulan umum berdasarkan data/kejadian-kejadian yang bersifat khusus. • Sebab-akibat: dimulai dengan fakta-fakta yang menjadi sebab menuju kesimpulan yang menjadi akibat. • Akibat-sebab: dimulai pada fakta-fakta yang menjadi akibat lalu kita analisis untuk mencari sebabnya. • Analogi adalah pengambilan kesimpulan dengan asumsi bahwa jika dua atau beberapa hal memiliki banyak kesamaan, maka aspek lain pun memiliki kesamaan. Diposkan oleh Bahasa Indonesia SMKN 7 Bandung di 20:32 0 komentar Link ke posting ini Selasa, 01 Desember 2009 Kisi-kisi soal ujian Nasional 2009-2010 Menentukan isi dan unsur paragraf Paragraf deduktif dan induktif Ide pokok dan ide penjelas setiap paragraph Menentukan kalimat berbentuk opini Fakta dan opini Menentukan jenis laporan Jenis-jenis dan bagian-bagian laporan Menentukan isi petunjuk kerja Menentukan isi riwayat hidup Pengertian biografi dan otobiografi Bagian-bagian dari biografi dan otobiografi Menentukan isi grafik dan matriks Pengertian grafik dan matriks Contoh-contoh grafik Menentukan tanggapan yang logis dan yang sesuai dengan isi paragraf Menentukan makna istilah dalam paragraf Mencari istilah-istilah perkelompok Menentukan kalimat pertanyaan sesuai isi yang benar Membuat pertanyaan berdasarkan wacana Menyimpulkan isi laporan Kesimpulan : Pengertian kesimpulan Menulis/melengkapi karangan Kerangka karangan Judul Tema Kalimat yang rumpang dalam karangan Melengkapi bagian proposal Menentukan kesesuaian bagian-bagian proposal Menentukan jenis karangan Menjelaskan jenis-jenis karangan Menentukan kalimat yang menyatakan hubungan perbandingan dalam paragraf Kalimat pebandingan Menentukan penulisan kata dan pilihan kata (diksi) Pengertian diksi, jenis-jenis kata dsb Menentukan kerangka karangan Membuat sebuah kerangka karangan Menentukan kalimat efektif dalam karangan Pengertian kalimat efektif, kalimat rancu, boros Menyusun topik karangan yang diacak Kaitannya dengan kerangka karangan Melengkapi paragraf rumpang dalam suatu karangan Berkaitan dengan paragraph dan karangan Menentukan ungkapan berdasarkan ilustrasi karangan Ungkapan, peribahasa Menentukan bagian-bagian surat berita keluarga Bagian-bagian surat Menentukan jenis surat Jenis-jenis surat Menentukan kalimat penutup surat permohonan Kalimat penutup surat permohonan Menentukan isi surat perjanjian jual beli Isi surat perjanjian jual beli Melengkapi bagian-bagian isi surat kuasa Isi surat kuasa Menentukan kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan Membuat surat lamaran pekerjaan Menyunting kalimat laporan Menyusun sebuah catatan kaki Menyusun isi catatan hasil rapat Menentukan isi prakata (kata pengantar) Menentukan makna kalimat poster Menentukan makna ungkapan dalam lirik lagu Menentukan peribahasa sesuai illustrasi Menentukan unsur intrinsic dalam puisi Menentukan unsur intrinsic penggalan cerpen, roman, novel Melengkapi naskah drama dan memahami isinya Menentukan unsur ekstrinsik penggalan novel Diposkan oleh Bahasa Indonesia SMKN 7 Bandung di 01:05 0 komentar Link ke posting ini Kamis, 22 Oktober 2009 REKLAME, IKLAN, DAN POSTER (Bahan ajar bahasa Indonesia kelas XII) REKLAME Reklame berasal dari bahasa Latin yang artinya berulang-ulang menyeru Pengertian Reklame: Reklame adalah seruan berulang-ulang untuk menarik perhatian dan mempengaruhi orang. Reklame adalah Pemberitahuan kepada umum tentang suatu produk baik barang maupun jasa supaya laku. PERBEDAAN REKLAME DENGAN IKLAN Reklame Reklame berupa kalimat singkat, tulisan, gambar mencolok medianya: Papan reklame, spanduk, poster (dipasang di tempat terbuka) Iklan Iklan berupa kalimat, bisa panjang bahkan ada yang berupa artikel medianya : media cetak (koran ,majalah) dan media elektronik (televisi, radio, film) Macam-macam iklan menurut sifatnya: 1. Iklan Informatif 2. Iklan Memaksa 3. Iklan Menakut-nakuti 4. Iklan Persuasif Macam-macam iklan menurut isinya: 1. Iklan Penawaran 2. Iklan Permintaan 3. Iklan Keluarga 4. Iklan Layanan Masyarakat PENGERTIAN IKLAN Iklan adalah pemberitahuan tentang suatu hal (produk, layanan, jasa) TUJUAN IKLAN Agar pembaca atau pendengar berbuat/ mengambil sebuah tindakan JENIS IKLAN MEDIA CETAK 1. Iklan baris 2. Iklan display 3. Artikel PENGERTIAN POSTER adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. PEMBUATAN REKLAME, POSTER, DAN IKLAN 1. Menentukan Topik 2. Merumuskan Pesan 3. Memilih kata dan gambar yang tepat 4. Menyusun kalimat dengan huruf dan gambar yang menarik (dan mencolok untuk reklame) Diposkan oleh Bahasa Indonesia SMKN 7 Bandung di 20:06 0 komentar Link ke posting ini Jumat, 24 Juli 2009 PUISI PUISI adalah karya sastra yang merupakan ekspresi pengalaman pribadi UNSUR INTRINSIK PUISI Hakekat Puisi 1. Tema (sense) Tema adalah pokok pembicaraan dalam puisi 2. Rasa (feel) Rasa adalah sikap penyair terhadap pokok pembicaraan dalam puisi. 3. Nada (tone) Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca 4. Amanat (intention) Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau pendengarnya. Metode Puisi 1. Diksi (Pilihan Kata) Diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penulis untuk dirangkai menjadi kalimat yang indah dalam puisi. 2. Imaji (Daya Bayang) Imaji adalah daya bayang. Kaitannya dengan imajinasi penulis dan pembaca. Penulis harus bisa menyusun kata-kata menjadi kalimat yang indah, yang bisa membangkitkan imajinasi pembaca atau pendengar. 3. Kata nyata (denotatif) Kata nyata adalah kata dengan makna sebenarnya yang bukan berupa ungkapan. Tidak bermakna kiasan. 4. Majas 5. Rima jenis rima: a-a-a-a a-b-a-b a-a-b-b a-b-b-a Diposkan oleh Bahasa Indonesia SMKN 7 Bandung di 08:57 0 komentar Link ke posting ini Resensi, Sinopsis, dan Ringkasan Pengertian Resensi Resensi merupakan suatu tulisan yang berisi tinjauan terhadap kualitas buku. Penulisan resensi bertujuan untuk menarik minat baca masyarakat agar mereka membaca buku itu. Isi Resensi 1. Menuliskan identitas buku (judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman a. Lengkap b. Cukup lengkap c. Tidak lengkapd. Kosong 2. Isi buku a. Menarik dan lancar pengungkapannya b. Cukup menarik dan cukup lancar pengungkapannya c. Tidak menarik dan tidak lancar pengungkapannya d. Kosong 3. Bahasa Pengarang a. Lugas dan mudan dipahami b. Cukup lugas dan cukup mudah dipahami c. Tidak lugas dan tidak mudah dipahami d. Kosong 4. Keunggulan Buku a. Terinci dengan baik b. Cukup terinci dengan baik c. Tidak terinci dengan baik d. Kosong 5. Kelemahan buku a. Terinci dengan baik b. Cukup terinci dengan baik c. Tidak terinci dengan baik d. Kosong 6. Kesimpulan a. Ada dan sangat jelas b. Ada dan cukup jelas c. Tidak ada dan tidak jelas d. Kosong Resensi adalah tulisan yang berisi ulasan, pertimbangan, atau pembicaraan suatu karya (sastra, nonsastra, film, drama, clan sebagainya) dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tentang sebuah karya patut mendapat sambutan atau tidak. Simpulan resensi biasanya berusaha meyakinkan pembaca agar membaca buku yang diulas. ISI RESENSI 1. Identitas buku (judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan tebal halaman). 2. Sinopsis, unsur ekstrinsik, intrinsik (untuk buku fiksi), dan gambaran isi buku (untuk nonfiksi). 3. Nilai buku (kelebihan dan kelemahan buku). 4. Keterbacaan atau kecocokan pembacanya. Diposkan oleh Bahasa Indonesia SMKN 7 Bandung di 08:56 0 komentar Link ke posting ini Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra Unsur Intrinsik karya sastra adalah: 1. Tema Inti cerita atau pokok pikiran sebuah karya sastra Tema ada dua jenis: a. Tema Tradisional Tema tradisional masih memakai tema-tema yang umum yang sudah biasa didengar (klasik) contoh: Kebenaran selalu menang akhir cerita yang bahagia b. Tema Modern Tema modern sudah tidak memakai tema-tema yang umum. contoh: yang benar tidak selalu menang akhir cerita tidak selalu bahagia 2. Tokoh/Penokohan Tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah cerita beserta wataknya Berdasarkan sifatnya tokoh dibagi menjadi dua: a. Protagonis Tokoh yang mempunyai sifat baik b. Antagonis Tokoh yang mempunyai sifat jahat Berdasarkan keutamaannya tokoh dibagi menjadi dua: a. Pelaku utama Tokoh yang dipentingkan atau yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah cerita b. Pemeran pembantu Tokoh yang tidak begitu dipentingkan dan tidak menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah cerita. Namun berperan untuk mendukung tokoh utama. 3. Latar/Setting Latar terjadinya sebuah cerita a. Latar Tempat tempat terjadinya sebuah cerita contoh: di sekolah, di pasar, di dapur, di kamar b. Latar waktu waktu terjadinya sebuah peristiwa contoh: tahun, tanggal, hari, jam, pagi, siang atau malam c. Latar sosial Kehidupan yang diangkat dalam sebuah cerita contoh: kehidupan orang berada, orang miskin, orang yang tinggal di kolong jembatan 4. Alur/Plot Alur adalah jalan cerita Alur dibagi menjadi 3 yaitu: a. Alur maju dalam alur maju cerita berjalan sesuai dengan urutan waktu b. Alur mundur dalam alur mundur cerita bergerak mundur ke masa yang telah berlalu (flash back) c. Alur campuran dalam alur campuran jalan cerita berjalan maju tetapi sesekali berjalan mundur ke masa yang lalu. Jenis alur berdasarkan akhir dari cerita: 1. Alur terbuka Cerita dengan alur terbuka membiarkan pembaca menyimpulkan sendiri akhir dari cerita. hal ini membuat pembaca lebih berekspresi dan berimajinasi. 2.Alur tertutup Cerita dengan alur tertutup penulis langsung menutup akhir cerita yang tidah bisa diubah oleh pembaca. Tahapan Alur: 1. Eksposisi Pemaparan, pengenalan cerita 2. Komplikasi Gejala awal terjadinya konflik 3. Klimaks Terjadinya konflik 4. Antiklimaks Penurunan konflik 5. Resolusi Penyelesaian masalah 6. Konklusi Akhir cerita 5. Sudut Pandang (point of view) Sudut pandang adalah cara pengarang menceritakan tokohnya Jenis-jenis sudut pandang: 1. Orang pertama pelaku utama Pengarang menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita. Biasanya pengarang menggunakan kata aku atau saya 2. Orang pertama pelaku sampingan Pengarang tidak menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, namun pengarang ada dalam cerita tersebut. Yang menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut adalah orang di sekitar pengarang. biasanya ada kaitannya dengan pengarang. 3. Orang ketiga serba tahu Pengarang tidak ada dalam sebuah cerita. Namun pengarang seolah-olah tahu yang terjadi dalam sebuah cerita. 4 Orang ketiga terbatas Pengarang tidak ada dalam sebuah cerita. Pengarang seolah-olah tidak tau yang akan terjadi dalam sebuah cerita. 5. Campuran Gabungan dari dua atau lebih sudut pandang 6. Amanat/pesan yang terkandung Amanat atau pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita Jenis amanat: a. Eksplisit Amanat benar-benar ditulis dalam sebuah cerita sehingga pembaca tidak perlu berpikir lagi untuk mencari amanat yang terkandung dalam sebuah cerita. b. Implisit Amanat tidak ditulis oleh pengarang dalam sebuah cerita sehingga pembaca perlu berpikir lagi, memahami sebuah cerita sehingga menemukan sendiri amanat yang terkandung dalam sebuah cerita. Unsur Ekstrinsik karya sastra adalah unsur-unsur yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah karya sastra. Unsur Ekstrinsik karya sastra tersebut diantaranya: 1. Latar belakang pengarang Biografi pengarang, kejadian-kejadian yang dialami pengarang 2. Sosial Kehidupan masyarakat tempat terbentuknya sebuah karya sastra 3. Ekonomi Keadaan ekonomi pada saat terbentuknya karya sastra 4. Politik Keadaan politik pada saat terbentuknya karya sastra 5. Budaya Keadaan budaya di tempat terbentuknya sebuah karya sastra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar